Janji Setia

Ratusan kilometer kujalani hingga sampai di kota ini.
Solo. Kota yang indah dengan segala isinya.
Terhitung kali ketiga sudah aku kesini.
Tak pernah sedikitpun ku ragu akan magnet indahnya.

Bukan karena tanggung jawab yang membawaku ke kota Solo di akhir pekan.
Melainkan untuk menghadiri undangan seorang kawan.
Acara yang membuatnya jadi raja dengan ratu nan jelita di sampingnya.
Kesempatan dimana sang raja mengucap janji setia.

Di depan ku dan ratusan orang lain kata-kata nasihat terlontar.
Ku hanya bisa mengucap selamat dan berharap agar kata-kata itu tak hanya numpang lewat sebentar.

Solo, 18 Desember 2016

View on Path

Di Tugu Itu

Malam ini aku sendiri
Bukan karena memang aku masih sendiri
Tanggung jawab yang membawaku kesini
Lelahku hanya raga yang nikmati

Keringatku tak sebanding
Ketika kulihat pengangguran yang pontang panting
Rasanya tak pantas aku lelah dan merasa penting
Perjuanganku masih sekecil anak kucing

Yogyakarta, 8 Desember 2016

View on Path

Rest In Peace

They just left us.

Leaving the dream to conquer the land.

Heaven must be craving some kind of a good fight.

A winning spirit.

God and its angels will cheers a lot, give them your beauty.

Rest in peace, you’ll remembered.

Deepest condolence to every players of Chapecoense Football Club that goes to heaven this day.

Mati

Semua yang bernyawa pasti akan mati

Tak ada yang tahu kapan pasti

Ucapan belasungkawa bukan yang dinanti

Bantuan moral mu kubutuhkan ‘tuk hilangkan sedih hati

Kehilangan bukan perkara mudah

Yang ditinggal pasti kan rasakan susah

Senyum indah nya tak lagi merekah

Harap ku untukmu ada di surga

Bogor, 26 November 2016

Tak Seindah Dulu

Sendiri ku tak sanggup

Engkau pun begitu

Keberadaanmu lebih dulu hidup

Denganku kita terbatas waktu

 

Tak begitu dengan rumah ini

Ini milikku lebih dulu

Kupikir penilaianku terlalu dini

Mungkin kau hanya perlu menyatu

 

Hari demi hari kau tak berubah

Malah tambah parah

Seakan kau rasa dinasti mu lebih wah

Tradisi rumah ini telah melemah

 

Semakin hari semakin menjadi

Namun tak bisa kuhindari

Ku hanya bisa bersabar hati

Karena nasib mu bukan aku yang hakimi

Untukmu yang di depan pintu.

Bekasi, 9 November 2016 20.49 WIB