Semua Ada Waktunya

Kalimat judul di atas sudah terbiasa terdengar oleh saya tepatnya sejak saya di bangku SMA. Tidak hanya saya, nampaknya orang lain yang se almamater dengan saya pun sudah akrab dengan kalimat itu. Suatu kalimat magis di depan para guru ketika perselisihan angkatan sedang pecah.
Saling memperebutkan siapa yang berhak sebagai dewa dan siapa yang tertuduh sebagai yang tak punya kuasa.
Tak terasa masa-masa SMA sudah lama usai. Namun kalimat “semua ada waktunya” tak pernah hilang dari benak saya melainkan terus berevolusi menjadi sesuatu yang lebih bermakna.
Di kampus tempat saya berkuliah dulu memiliki tradisi pada setiap acara wisuda yang diadakan.
Dan saya tidak pernah absen satu kalipun selama saya kuliah untuk meramaikan acara tersebut. Pada suatu waktu pernah terbesit di benak saya, “pada waktu yang tepat saya juga akan diwisuda seperti mereka, tanpa ada raut kesedihan sedikitpun, walau pasti sebelum hari ini terjadi tetesan keringat bahkan goresan luka yang mereka rasakan.”
Momen-momen dalam hidup saya pun terus bergulir membuktikan
keberhasilan saya meraih apa yang saya inginkan pada waktu yang tepat tentunya.
Tulisan ini sudah ingin saya utarakan semenjak saya dinyatakan berhasil dalam program training di pekerjaan sekarang ini. Lega rasanya akan keberhasilan ini tanpa melupakan bahwa perjalanan karir baru akan dimulai setelah pekerjaan yang lalu. Senang, tenang dan bahagia kini saya rasakan di dalam waktu yang tepat,

karena semua ada waktunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s