Kalau saja

Waktu selalu berdetak, bergerak. Hanya ada kemajuan tanpa pernah mengalami kemunduran.

Berdetak dan bergeraknya waktu kadang menyulitkan.

Rasanya hanya ingin disesali tapi enggan ditangisi. Sudah merasa dewasa sebabnya.

Ingin rasanya melenggang maju seperti waktu tanpa melihat ke belakang yang berakibat diam bahkan kemunduran karena terlena bayangan yang selalu berkata “kalau saja blablablabla”

Seorang guru pernah berkata,”saya tidak akan pernah menyesali apa yang terjadi pada diri saya seburuk apa pun itu, karena saya yakin itu lah jalan dari yang Maha Kuasa.” Ingin sekali rasanya bisa ikhlas seperti itu tapi sering saja bisikan untuk penyesalan datang.

“Maklum kamu masih muda, masih darah panas”. Bisikan itu datang baru saja.

Aaahh kalau saja….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s