Tentang Khutbah Jumat

Jam digital di masjid hari ini menunjukkan sudah 20 menit lebih sang khotib membawakan khutbah jumatnya. Kepala tertunduk, ataupun mata tertutup yang silih berganti terlihat selama mata memandang di sekitar. Tidak banyak pasang mata yang tertuju pada mimbar untuk memperhatikan khutbah jumat yang sedang berlangsung. Dan ini terjadi bukan hanya hari ini melainkan hampir setiap jumat.

Pernah kah terpikir khutbah apa yang diberikan khotib pada solat jumat minggu lalu? Adakah yang kita amalkan?

Jangan kan khutbah minggu lalu, khutbah jumat tadi siang saja mungkin sudah larut dalam hangatnya soto betawi yang disantap setelah solat.

Dulu ketika saya masih di sekolah dasar para guru sangat prihatin dengan murid-murid yang bercanda, gaduh, dan lain sebagainya di saat khutbah jumat berlangsung. Kebetulan saya bersekolah di sekolah islam (swasta).

Atas dasar keprihatinan tersebut dibuatlah tugas untuk menulis apa yang khotib tadi berikan dalam khutbahnya. Sontak khotib jumat pun berubah menjadi artis ibukota, murid menjadi pencari berita, dan pelaksanaan solat jumat yang menjadi konferensi pers nya.

Apakah hal tersebut efektif? Ya memang efektif. Tapi hanya sebatas saat itu saja sedangkan ilmu itu konteksnya lebih luas. Ilmu harus melekat adanya dan diamalkan dengan sebaik-baiknya.

Mengapa tidak membalikan logika yang ada? Sang pemberi ilmu yang harus berubah. Buat menjadi menarik.

Dapat kita lihat perbedaan mencolok pada keadaan khutbah solat jumat dengan tabligh akbar yang sering kita tonton di TV.

Pada tabligh akbar di TV pendengar sangat serius mendengarkan. Berbeda halnya dengan khutbah jumat yang penuh dengan kantuk dan tunduk kepala.

Memang dari segi pendengarnya pun sudah berbeda. Tabligh akbar didatangi oleh orang-orang yang memang ingin dan antusias terhadap acaranya. Sedangkan untuk ibadah jumat terkesan lebih kepada kewajiban umat semata.

Perlu adanya perubahan cara penyampaian dalam khutbah jumat. Sayang sekali waktu 20-30 menit yang terbuang percuma apabila tidak ada ilmu baru yang diserap dari khtubah jumat yang kita dengar tiap minggu.

Bukan maksud saya untuk meremehkan atau menggampangi penyusunan materi khutbah jumat maupun menjadi seorang khotib. Saya tahu menjadi seorang khotib, berbicara agama di depan orang banyak, bukan lah suatu hal yang mudah. Tapi alangkah baiknya apabila apa yang disampaikan bisa diserap dan melekat di benak para pendengar khutbah.

Khutbah yang paling saya ingat sampai detik ini adalah khutbah solat Iedul Adha di Masjid Assyarif BSD. Kebetulan saya tidak terlalu ingat tahun berapa, namun yang jelas periode SMP sampai SMA. Berarti antara tahun 2003-2009.

Sang khotib benar-benar menyampaikan khutbah nya dengan sempurna. Bersemangat dan sedikit jenaka. Beliau membahas mengenai kehidupan kekal nantinya dan bagaimana korelasinya dengan apa yang kita perbuat selama di dunia. Ada statement yang paling saya ingat sampai sekarang. “ketika kehidupan kekal kita nanti kita akan di hadapkan pada kendaraan-kendaraan yang berbeda. Yang selama hidupnya taat, suka membantu sesama, bisa dah tuh dapet Mercedes atau BMW jadi kendaraannya di akhirat. Nah gimana yang blangsat? Paling banter juga sepeda. Butut lagi.”

Pendengar khutbah pun melemparkan senyum-senyum kecilnya. Senggaknya tanda kalo mereka memperhatikan dan mendengarkan. 🙂

Tulisan ini saya buat karena dalam khutbah jumat tadi saya merasa ada yang janggal dalam mendapatkan esensi khutbah. Sang khotib membawa 4 lembar kertas yang diprint landscape dan di staples disisinya. Tapi esensinya untuk saya pribadi tidak bisa mendapatkan apa-apa.

Berbeda dengan pengalaman saya di atas. Walaupun sudah terjadi 10 tahun yang lalu masih bisa saya ingat intisari nya sampai sekarang, dikarenakan delivery nya yang bagus.

Ya mirip-mirip kalo standup comedian ngasih wejangan lah. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s