Hati atau Kepala?

Hidup sangat erat pada suatu situasi. Yaitu situasi pengambilan keputusan.

Setiap kejadian hidup tidak lepas dari adanya pengambilan sebuah keputusan. Keputusan diambil dari adanya lebih dari satu pilihan. Pilihan yang dirasa lebih menguntungkan yang senantiasa menjuarai perang pertimbangan sebuah situasi pengambilan keputusan. Tapi apakah yang menguntungkan itu benar untungnya? Pasti sifatnya?

Yang lebih penting dari itu, mana yang lebih banyak berperan, hati atau kepala? Ataukah kolaborasi imbang dari keduanya?

Hati biasa bersuara dengan rasa. Rasa masa depan yang akan tercipta pada suatu pilihan yang ada.

Kepala merefleksikan logika. Logika yang beradu menentukan siapa yang lebih pantas, pilihan mana yang lebih memberikan nikmat.

Hati dan kepala memang tidak selalu akur. Lebih sering tidak. Namun, untuk memuaskan pengambilan keputusan diperlukan partisipasi keduanya. Tidak peduli porsinya, imbang ataupun tidak, tetap saja hati dan kepala penting dilibatkan.

Karena menyesal terhadap pilihan bukanlah jawaban akan keresahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s