Indahnya Sebuah Kemenangan

Di malam hari tepatnya pada Jumat 24 Mei 2013 merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi saya. Malam itu salah satu keinginan saya terwujud. Yaitu meraih gelar berkompetisi di masa perkuliahan.

“Indahnya Sebuah Kemenangan” menjadi pilihan untuk judul postingan kali ini. Mengutip dari kata-kata salah satu ajang memasak di awal tahun 2000an yaitu Allez Cuisine. Sebuah ajang peraduan para chef ternama Indonesia yang tayang di Indosiar pada saat itu.

Kata-kata itu adalah pengantar saat kemenangan seorang chef dalam sebuah pertarungan. “Indahnya Sebuah Kemenangan” menjadi arogan saat anda tidak siap untuk kalah, tapi bagi saya memang seperti itu rasanya. Ya, rasa kemenangan.

Tidak peduli seberapa besar ajang kompetisinya, seberapa besar hadiahnya, yang namanya menang ya enak aja, titik.

Dua hari yang lalu saya bersama tim saya yang tergabung dalam tim PEJUANG PFT memenangkan juara 1 lomba software inovasi kampus serta sekaligus juara favorit yang ditentukan oleh vote pengunjung.

Sudah lama saya iri dengan mahasiswa lain yang sering memenangkan sebuah kompetisi. Sampai pada akhirnya ajang yang cocok dengan apa saya pelajari muncul. Ajang itu adalah Blue Techno Festival yang diadakan oleh mahasiswa jurusan Teknik Elektro IT Telkom.

Saya sempat ciut karena saingan saya adalah mahasiswa jurusan yang mempelajari build up software & technology concern menjadi trademark nya, sedangkan saya mahasiswa dari jurusan Teknik Industri yang akhir-akhir ini mulai makeover supaya jurusan ini jadi “industri” banget.

Tapi akhirnya saya dan teman-teman mengambil tantangan ini. Kepedean pun bertambah karena adanya kategori juara favorit. Saya cukup pede dengan kategori itu karena sudah lama saya berkecimpung dalam zona simpul massa. Bukan maksudnya menahbiskan diri sebagai orang wiseful dan punya banyak pengikut, tapi lebih kepada kebisaan saya memunculkan ide-ide mendatangkan massa.

Skill programming yang saya dapat dari kafein dan tembakau selama hampir satu tahun saya jadi asisten yang saya andalkan disini. Ditambah keilmuan unik dari lab kami yang akhirnya bisa mengantarkan kami menjadi juara 1 dalam kategori software.

Bisa dibilang software yang kami lombakan adalah masterpiece saya. Bukan karena software ini bisa menang kompetisi, melainkan software ini dibuat dengan tim. Tim yang solid dan mengeluarkan expertise nya masing-masing.
Dedy Fajar Irwanto, mahasiswa asal Ngawi, Jawa Timur adalah otak dari pembuatan peta kawasan pendidikan Telkom.
Brellian Gema WIdayana mahasiswa asal Sukoharjo, Jawa Tengah adalah orang yang ulet dengan digitasi online nya pada ArcGIS.
Buyan Probo Baskoro mahasiswa asal Solo, Jawa Tengah adalah penakluk dari semua desain grafis dan interface aplikasi ini.
Saya, Gumilang Cahya Prayoga mahasiswa asal Serpong, Banten adalah penyatu karya teman-teman saya dalam code demi code serta kuli dalam pembuatan get directions.
Febrina Indri Rumondang mahasiswi asal Pekanbaru, Riau adalah wanita muda pemimpin gerbong lelaki haus di atas serta presentator yang handal. Kaprodi, Dekan, Wakil Rektor semua disikat dengan kata-kata yang indah bak kebun bunga di puncak bukit.

Untuk saya dan Probo mungkin ini adalah gelar pertama, terakhir, dan penutup dalam jatah kepengurusan kami. Tapi untuk kalian Dedy, Brelli, dan Febi, ini adalah gelar pertama, awal, dan pembuka, untuk kejayaan PFT di musim depan. Jangan hanya jadi raksasa di dalam lab, jadi lah raksasa di luar. Glenn Fredly gak akan sehebat sekarang kalo hanya bernyanyi di Ambon saja.

Tantangan akan lebih besar dan jauh bertambah berat. Tapi kita pasti bisa. Banyak-banyak lah ikut kompetisi di tahun depan. Sulit memang untuk ikut kompetisi dimana keilmuan kita di lab PFT dilombakan. Tapi lomba seperti business plan dan karya tulis gak akan mati. Disitu kalian bisa ikut. Manfaatin jurus yang udah dipunya buat menaklukan kedua lomba tersebut. Memang akan banyak memakan waktu, tapi sangat saying kalo tidak dimanfaatkan skill serta waktu yang teman-teman punya. Gak akan rugi apalagi kalo syukur-syukur menang. Saya pribadi percaya 100% kalian bisa menang. Kalau saya saja bisa percaya kenapa kalian tidak?
Ketika kita sudah merangkak mereka belum, ketika mereka merangkak kita harus bisa berjalan, ketika mereka berjalan kita harus sudah bisa terbang.

Don’t be afraid of competing, because competing is human reality.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s