Good Bye Capt..

Masih terekam dalam ingatan saya, ketika menonton acara di sebuah stasiun TV regional Jakarta yang menampilkan Poster Bambang Pamungkas pada lobi depan tempat tersebut. (saya kurang tahu apakah tempat itu stadion lebak bulus,basecamp The Jakmania, atau tempat lainnya.)

Masih saya ingat ketika permasalahan dualisme Persija (Persija IPL dan Persija ISL) ayah saya berkata,”Persija yang asli adalah Persija yang ada Bepe nya.”

Namun, tertanggal 22 januari 2013 tertulis posting di blog seorang panutan, kapten, legenda sepakbola Indonesia kita Bambang Pamungkas, yang menyatakan secara resmi tidak akan membela Panji Macan Kemayoran pada Indonesia Super League(ISL) 2013.

Hal ini dikarenakan tidak didaftarkannya beliau dalam daftar pemain ISL 2013.

Hancur,rusak, berantakan.

3 kata itu yang terlintas di benak saya ketika kabar ini terdengar. 12 tahun membela Persija Jakarta tanpa pernah membela klub lain di Indonesia, mengharumkan nama Indonesia di Liga Malaysia bersama Selangor FC, top skor tim nasional Indonesia hingga saat ini, tapi apa nyata nya sekarang? Legenda ini tidak memiliki klub, miris bukan?

Alasan mengapa bepe (red: sapaan akrab Bambang Pamungkas) tidak didaftarkan karena tertunggaknya gaji yang belum dibayarkan manajemen Persija Jakarta. Parahnya lagi, loyalitas kepada klub juga The Jakmania menjadi permasalahan yang ditagih oleh pihak klub perihal mogoknya bepe dan beberapa pemain Persija Jakarta Lainnya yang bernasib sama.

Sakit rasanya mendengar celotehan soal loyalitas tersebut. Apa yang diberikan Bepe pada klub selama 12 tahun seperti terbang bersama ocehan kata-kata yang ‘asal’ sekali untuk dilontarkan.

Terlepas dari kisruhnya pesepakbolaan Indonesia, saya pribadi sangat menyesali adanya hal ini.

Uang saya memang tidak sebanyak Arifin Panigoro atau Nirwan Bakrie, kekuasaan saya tidak ada apa-apanya dibanding Djohar Arifin atau La Nyalla, Saya tidak terlalu paham masalah inti dari internal manajemen Persija Jakarta, dan juga bukan The Jakmania yang selalu tanpa lelah mendukung Persija Jakarta di mana saja. Sepakbola Indonesia bukan milik anda wahai orang-orang yang disebut di atas,tapi milik kita semua warga Indonesia.

Saya hanya orang yang overdosis akan sepakbola dan cinta kepada atmosfer sepakbola Indonesia.

We’ve missed your heading, your style when encouraging the team, all of your act inside or outside the field. All we can do is just watching your finger dancing at your blog.

Good bye Capt, See you soon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s